EN ID

Proyek Pengembangan Bandara

Dalam rangka meningkatkan Customer Satisfaction Index (CSI), Angkasa Pura Airports mengakselerasi pengembangan dan pembangunan bandara serta melengkapi berbagai fasilitasnya demi meningkatkan kepuasan pelanggan. Pengembangan dan pembangunan bandara tersebut antara lain Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, yang resmi beroperasi 20 Oktober 2011, untuk menggantikan Bandara Selaparang di Mataram. Selanjutnya, 19 September 2013, menjelang berlangsungnya KTT APEC 2013 di Bali, terminal internasional baru Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali juga resmi beroperasi. Dengan pengembangan ini, kapasitas bandara ini meningkat dari 9,7 juta penumpang per tahun menjadi 24,7 juta penumpang per tahun.

Pada 14 Februari 2014, Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda Surabaya juga mulai dioperasikan, yang meningkatkan kapasitas bandara dari 8 juta penumpang per tahun menjadi 14 juta penumpang per tahun. Menyusul kemudian pengoperasian terminal baru Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan pada 22 Maret 2014. Dengan pengembangan ini, bandara kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur ini meningkat kapasitasnya dari hanya 1,7 juta penumpang per tahun menjadi 15 juta penumpang per tahun.

Saat ini, Angkasa Pura Airports sedang melaksanakan 3 (tiga) proyek pengembangan bandara, yaitu:

 

Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang (PP SRG)

27 Jul 2016

Proyek ini telah dilakukan groundbreaking pada 17 Juni 2014. Bangunan terminal bandara yang mengusung konsep floating airport atau bandara yang berada di atas air pertama di Indonesia ini akan mampu menampung 7 juta penumpang per tahun setelah pengembangan.

Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (PP BDJ)

27 Jul 2016

Proyek ini telah di-groundbreaking pada 18 Mei 2015. Pengembangan bandara ini untuk meningkatkan kapasitas terminal dari 1,3 juta penumpang per tahun menjadi 10 juta penumpang per tahun.

Proyek Pengembangan Bandara Baru Yogyakarta (PP JOG)

27 Jul 2016

Bandara Baru Yogyakarta di Kulonprogo sebagai pengganti Bandara Adisutjipto akan memiliki terminal seluas 110 meter persegi berkapasitas 10 juta penumpang per tahun, dengan panjang runway 3.250 meter dan apron yang bisa menampung 28 pesawat.

Keatas