EN ID

Bab I Pendahuluan

A.   DASAR PEMIKIRAN

Pedoman Etika Perusahaan (Code of Conduct) yang merupakan sekumpulan komitmen yang terdiri dari Etika Usaha dan Etika Kerja yang disusun untuk mempengaruhi, membentuk, mengatur dan melakukan kesesuaian tingkah laku sehingga tercapai keluaran yang konsisten yang sesuai dengan Budaya Perusahaan dalam mencapai visi dan misinya.

Pedoman Etika Perusahaan ini merupakan panduan bagi setiap Insan PT Angkasa Pura I (Persero)  yang diharapkan akan memberikan kejelasan tindakan yang harus dilakukan dan ditaati sesuai dengan nilai-nilai korporasi yang telah dibangun.  Dengan demikian akan memberikan manfaat dan perlindungan bagi Perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan citra dan nilai Perusahaan (corporate value & image).

PT Angkasa Pura I (Persero) menyadari arti pentingnya implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance ) atau disebut  GCG,  sebagai salah satu alat untuk meningkatkan nilai dan pertumbuhan bisnis jangka panjang secara berkesinambungan tidak hanya bagi Pemegang Saham (Shareholders) namun juga segenap Stakeholders.  Untuk itulah Perusahaan berkomitmen untuk mengimplementasikan GCG secara konsisten yang salah satunya dilakukan melalui review dan penyempurnaan Pedoman Etika Perusahaan (Code of Conduct).

Pedoman Etika Perusahaan (Code of Conduct) senantiasa disesuaikan dengan perkembangan hukum, sosial, norma, peraturan dan perjalanan bisnis Perusahaan. Diharapkan kepada semua pihak untuk memberikan masukan terhadap pengembangan Pedoman Etika Perusahaan (Code of Conduct)agar sejalan dan bersinergi dengan nilai-nilai yang telah ada di Perusahaan. Keberhasilan implementasi Pedoman Etika Perusahaan (Code of Conduct) sangat didukung oleh semangat, komunikasi dan komitmen bersama untuk melaksanakannya dalam aktivitas operasional sehari-hari

B.  SASARAN PEDOMEN ETIKA PERUSAHAAN

Pedoman Etika Perusahaan berlaku bagi seluruh pihak yang berinteraksi dengan PT Angkasa Pura I (Persero) yaitu:
1.   Insan PT Angkasa Pura I (Persero), terdiri dari Dewan Komisaris, Organ Penunjang Dewan Komisaris, Direksi dan pegawai PT Angkasa Pura I (Persero);

2.   Anak Perusahaan/Perusahaan Patungan dan afiliasi di bawah pengendalian. Afiliasi di bawah pengendalian adalah anak perusahaan atau badan usaha lain yang dimiliki PT Angkasa Pura I (Persero) baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan lebih dari 50% (lima puluh perseratus) hak suara dan atau PT Angkasa Pura I (Persero) memiliki kemampuan untuk mengendalikan badan usaha tersebut ;

3.   Pemegang Saham (shareholders) ;

4.   Stakeholders Perusahaan.

 

C.   TUJUAN PEDOMAN ETIKA PERUSAHAAN

Pedoman Etika Perusahaan ini disusun untuk menjadi acuan berperilaku segenap pihak yang berhubungan dengan PT Angkasa Pura I (Persero) sejalan dengan nilai dan budaya yang diharapkan, antara lain mencakup:

1. Untuk Pegawai
a.   Menjadi pedoman tentang tingkah laku yang diinginkan dan yang tidak diinginkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero);
b.   Menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan budaya perusahaan sehingga akan meningkatkan kinerja dan produktivitas Pegawai secara menyeluruh.

2. Untuk PT Angkasa Pura I (Persero)
a.   Mendorong kegiatan operasional menjadi lebih efisien dan efektif mengingat hubungan dengan pegawai, mitra kerja, pelanggan, masyarakat, pemerintah dan stakeholders lainnya memiliki standar etika yang harus diperhatikan;
b.   Meningkatkan nilai PT Angkasa Pura I (Persero) dengan memberikan kepastian dan perlindungan kepada para stakeholders dalam berhubungan dengan PT Angkasa Pura I (Persero) sehingga menghasilkan reputasi yang baik, yang pada akhirnya mewujudkan keberhasilan usaha dalam jangka panjang.

3. Untuk Pemegang Saham (Shareholders)
Meningkatkan kepercayaan Pemegang Saham bahwa PT Angkasa Pura I (Persero) dikelola secara hati-hati (prudent), efisien, transparan, akuntabel dan fair untuk mencapai tingkat profitabilitas yang diharapkan dengan tetap memperhatikan kepentingan PT Angkasa Pura I (Persero).

4. Untuk Stakeholders
Menciptakan hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan stakeholders sehingga mendorong reputasi PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai perusahaan yang mempunyai komitmen intuk bertanggung jawab kepada masyarakat (good corporate citizen).

 

D.   TANGGUNG JAWAB PEGAWAI PT. ANGKASA PURA I (PERSERO) TERHADAP IMPLEMENTASI PEDOMAN ETIKA PERUSAHAAN 

Kebijakan dan aturan yang diberlakukan berdampak pada tanggung jawab tertentu yang harus dipenuhi oleh pegawai sesuai kewenangan masing-masing, karenanya tanggung jawab pegawai meliputi:

a.   Mempelajari Pedoman Etika Perusahaan yang terkait dengan pekerjaannya. Setiap pegawai PT Angkasa Pura I (Persero) harus memahami standar etika yang dituangkan dalam Pedoman Etika Perusahaan ini;

b.   Mematuhi Pedoman Etika Perusahaan dengan baik dan benar disertai penghayatan dan pengamalan nilai-nilai dan budaya Perusahaan;

c.   Segera membicarakan kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi, setiap dijumpai masalah mengenai kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Perusahaan;

d.   Memahami prosedur yang dipakai untuk memberitahukan atau melaporkan kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Perusahaan;

e.   Melaporkan adanya pelanggaran yang terjadi;

f.   Bersedia untuk bekerjasama dalam proses investigasi terhadap kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Perusahaan.
 

E.   TANGGUNG JAWAB PARA PIMPINAN PT. ANGKASA PURA I (PERSERO) TERHADAP IMPLEMENTASI PEDOMAN ETIKA PERUSAHAAN

Dalam kepatuhan terhadap Pedoman Etika Perusahaan, tanggung jawab pimpinan meliputi:

1. Membangun dan menjaga budaya kepatuhan terhadap Pedoman Etika Perusahaan dengan :
    a.   Menjadi teladan dalam bersikap maupun dalam bertindak sehari-hari sesuai ketentuan dan peraturan.
    b.    Memimpin upaya penegakan kepatuhan dan  melakukan pengawasan secara teratur ;

2.   Memastikan bahwa setiap pegawai PT Angkasa Pura I (Persero) mengerti bahwa ketaatan atas Pedoman Etika Perusahaan sama pentingnya dengan pencapaian target   kinerja;

3.   Mempertimbangkan masalah kepatuhan terhadap Pedoman Etika Perusahaan dalam mengevaluasi dan memberikan penghargaan kepada Pegawai;

4. Mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap Pedoman Etika Perusahaan melalui upaya:
    a.   Memastikan bahwa risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran dapat diidentifikasi secara dini dan sistematis;
    b.   Melakukan identifikasi terjadinya pelanggaran dan melaporkan sesuai prosedur  yang ditetapkan;
    c.   Memastikan dilaksanakannya sosialisasi dan penerapan  Pedoman  Etika Perusahaan.

5.   Menerapkan pengawasan melekat untuk memperkecil risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Pedoman Etika Perusahaan;

6.   Menciptakan sistem Pengaduan atas pelanggaran  Pedoman Etika Perusahaan yang sesuai untuk melindungi kerahasiaan pelapor pelanggaran;

7.   Menindaklanjuti laporan kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Pedoman Etika Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang telah diatur.