EN ID

Manajemen Risiko

Pengelolaan risiko di lingkungan PT Angkasa Pura I (Persero) mengacu pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara dan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktik Good Corporate Governance (GCG) pada Badan usaha Milik Negara.

Sistem Manajemen Risiko

Perkembangan industri penerbangan yang pesat menyebabkan risiko yang dihadapi Perseroan pada setiap proses bisnisnya menjadi semakin kompleks. Risiko-risiko pada Perseroan, baik dalam operasional sehari-hari maupun dalam pengembangan bisnis, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Untuk itu, Perseroan mengembangkan suatu kerangka pengelolaan risiko perusahaan yang menyeluruh, Enterprise Risk Management (ERM), guna meminimalkan potensi kerugian dan mengoptimalkan profitabilitas, menciptakan Nilai Perseroan dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, mendorong standar praktik terbaik tata kelola Perusahaan, serta menjadikan budaya risiko sebagai bagian dari Budaya Perseroan.

Penerapan Manajemen Risiko

Kebijakan dan strategi penerapan Manajemen Risiko Perseroan di tingkat korporasi dilaksanakan oleh Risk Management Committee yang terdiri atas Board of Directors serta didukung oleh jajaran pejabat satu tingkat dibawah Direksi sebagai anggota. Secara umum Fungsi Manajemen Risiko Kantor Pusat bertanggung jawab untuk mengembangkan dan melakukan tindak lanjut terhadap laporan manajemen risiko, melakukan pemantauan profil risiko Perseroan termasuk rencana penanganannya, memberikan rekomendasi kepada Risk Management Committee, mengevaluasi kebijakan strategis, memantau pelaksanaan manajemen risiko, serta bersama-sama dengan pengelola risiko di lingkungan Kantor Pusat untuk melaksanakan proses Manajemen Risiko.

Pada tingkat Kantor Cabang juga terdapat fungsi Manajemen Risiko yang bersama-sama dengan Pemilik Risiko (Risk Owner) Kantor Cabang melaksanakan proses Manajemen Risiko dengan tahapan melaksanakan identifikasi, analisis, evaluasi, menentukan penanganan risiko serta melakukan monitoring terhadap risiko-risiko yang telah teridentifikasi.

Berdasarkan serangkaian evaluasi secara berkala di lingkungan Angkasa Pura Airports terkait dengan pengimplementasian Manajemen Risiko, dilakukan beberapa perbaikan serta pengembangan selama Tahun 2015 diantaranya:

  • Aspek pengelolaan risiko menjadi poin dalam Key Performance Indicator bagi 13 Kantor Cabang.
  • Dilakukannya pendampingan terhadap penyusunan Profil Risiko pada proyek pengembangan bandar udara maupun pembangunan Bandar Udara baru.
  • Dilakukannya pendampingan oleh Tim Kantor Pusat kepada Kantor Cabang dalam rangka penyusunan Profil Risiko Tahun 2016 dan penerapan RKAP berbasis risiko di lingkungan Angkasa Pura Airports.
  • Terhadap seluruh usulan investasi yang akan diajukan, kajian risiko menjadi salah satu dokumen pendukung utama sebagai syarat dalam pengambilan keputusan.
  • Dilakukannya kampanye manajemen risiko secara berkala setiap tahunnya, dengan tema pada tahun 2015 adalah himbauan kepada seluruh pemilik risiko untuk secara aktif terus mengelola risiko pada proses bisnisnya.
  • Dilakukannya Rapat penyusunan Risk Appetitte and Risk Tolerance bersama dengan Anggota Risk Management Committee dan ditentukannya nilai Risk Tolerance yang akan digunakan pada RKAP 2016.
  • Disusunnya pedoman pengukuran maturitas manajemen risiko di lingkungan Angkasa Pura Airports.
  • Membangun sistem manajemen risiko berbasis online untuk mempermudah pengelola risiko dalam melakukan pemantauan secara real time.

 

Strategi Pengelolaan Risiko

Dalam penerapan Manajemen Risiko, Angkasa Pura Airports menggunakan acuan International Organization for Standardization (ISO) 31000 Risk Management Standard yang telah mendapatkan sertifikasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) Pada Tahun 2011 Proses pengelolaan risiko Perseroan dijabarkan pada diagram berikut:

Evaluasi Pelaksanaan Sistem Manajemen Risiko

Sebagai upaya memastikan keberlanjutan pelaksanaan manajemen risiko di lingkungan Angkasa Pura Airports, maka secara berkala mulai tahun 2014 dilakukan evaluasi tahunan terhadap penerapan manajemen risiko melalui pengukuran maturitas manajemen risiko. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan sejauh mana efektifitas penerapan manajemen risiko yang ada di lingkungan Perseroan, selain itu melalui serangkaian proses pengukuran maturitas manajemen risiko, dapat diketahui pula kualitas penerapan manajemen risiko yang ada di lingkungan Perseroan sehingga dapat digunakan sebagai bahan oleh manajemen dalam menyusun strategi dan programprogram pengembangan manajemen risiko Perseroan di masa mendatang.

Dalam melakukan evaluasi penerapan manajemen risiko, digunakan model pengukuran maturitas dengan 5 (lima) tingkatan (awal, pemula, kompeten, mahir sampai dengan pemimpin pada tingkatan teratas) yang merepresentasikan tingkat kemampuan (kapabilitas) dan/atau Perseroan sebagai entitas untuk mengelola risiko dalam mencapai tujuan/sasaran yang dicanangkan. Adapun aspek terukur yang digunakan dalam pengukuran tersebut terdiri dari 6 (enam) atribut diantaranya Budaya, Pengalaman, Proses, Aplikasi, Kepemimpinan, dan Prinsip.

Secara umum berdasarkan serangkaian proses pengukuran maturitas manajemen risiko yang dilakukan pada Tahun 2015, Tingkat Maturitas Manajemen Risiko untuk Angkasa Pura Airports berada pada tingkat “KOMPETEN” dengan nilai 3.53 (tiga koma lima tiga). Hal ini merepresentasikan bahwa di lingkungan Angkasa Pura Airports saat ini telah terdapat pemahaman terhadap prinsip manajemen risiko, dan masing–masing individu pegawai memiliki pengalaman risiko yang memadai. Lebih lanjut ditinjau dari atribut kepemimpinan dan budaya hasil tersebut menggambarkan bahwa saat ini gaya kepemimpinan dari pemimpin telah dijadikan sebagai role model dalam pengaplikasian manajemen risiko secara konsisten disetiap lini organisasi dan adanya dukungan aktif yang berasal dari manajemen senior dalam penerapan manajemen risiko. Secara terperinci, hasil pengukuran maturitas manajemen risiko Tahun 2015 di lingkungan Angkasa Pura Airports dijabarkan pada tabel dibawah ini: